“Sinar” Ratu

“sinar” Ratu, judulnya gak jelas. perlu dipaparin maksudnya, JAdi, sebulan ini Ibu nginep di kosan anak cowoknya ini di daerah  kemayoran, yah walau cuma 4×4 ditambah modal AC biar gak kepanasan, cukuplah untuk kami berdua. Nah, sebab muahasababnya adalah, karena Ibu harus pergi ke RSCM setiap hari. Disana itu Ibu harus “sinar” sebanyak 25 kali, untuk menghancurkan sel cancer2 yang nakal. Karena kehadiran Ibu di kosan, kosan jadi tertata rapih, makan jadi teratur, pas sahur disempetin masak sayur buat anaknya. enak tenan… . .hihihi..

Semenjak Ibu disini, kehidupan kosan jadi lebih berwarna, tiap weekend, selalu kami usahakan jalan, ke taman, supermarket, Masjid istiqlal, sampai pasar malem. intinya biar sang “Ratu” gak bosen.

Udah gitu, aja. kalau siang gini, ratu masih di RSCM, nanti siang agak sorean dikit, baru sampe rumah.

Nah tugas anakanya ini, anterin Ratu, pagi-pagi ke RSCM,

Semoga ikhtiar kami ini ALLAH ridhoi, dan Allah angkat si cancer nakal itu dari Ratu.

Aamiin. . .

Tertipu itu investasi amal

Ditipu itu gak enak, pernah gak niat bantu orang?,  mereka datang dengan susah payah, cerita tentang pondasi kerjaan bisnisnya kedepan, atau perihal hidup rumah tangga nya berkesusahan. Cukup dari rasa kemanusiaan dan persahabatan yang pernah ada. Kita iba dengan mereka, demi merelakan uang bantuan itu, saya rela menunda mengkonversi beberapa kebutuhan pribadi. Tapi apa lacur, sebulan, 2 bulan , setengah tahun, setahun dan seterusnya. Nomor HP hutang1yang dihubungi sekedar berdering saja, message hanya di read, hilang sudah sekian angka rupiah itu. lucu nya kejadian yang sama terulang, hanya karena persahabatan yang dulu pernah terjalin, dan yakin pribadinya amanah. Begitulah hal yang sama dapat terulang, kita tertipu lagi. Bahkan kaget karena banyak sudah yang tertipu. Betul bahwa  sebagian manusia berubah. Karena tuntutan ekonomi, gengsi, dan lingkungan sehari-hari.

Mari meminta, agar Tuhan menjadikan  penipuan yg kita alami, jadi investasi amal di akhirat nanti. 🙂

Pada akhirnya, saya hanya tersenyum saja melihat sosmed mereka. Betapa permukaan, menutupi kenyataan.

Mereka kenal saya, bahkan partai yang saya pilih

Pada suatu kesempatan acara kantor, camp di gunung Salak. peserta diminta untuk memilih orang yang menginspirasinya dengan menuliskan surat padanya. Dan saya tertitipi surat-surat ini :

Anonymous : “Bang Firman adalah sosok orang dewasa , Saya banyak belajar dari Bang Firman (Meski bang Firman ga sadar) hehe”

Anonymous : “Cara memandang suatu masalah dan memaknai menjadi suatu keputusan dan kenikmatan yang luar biasa”

Anonymous : “Man, thank you man, gw tau lu emang sangat berpengalaman banget. Sharing sama luw emang ngena banget, kerenn. Thank you Man.”

Anonymous : “Terima kasih Firman, karena kamu juga salah satu teman yang sangat menginspirasi. Tidak hanya dari tutur kata, namun juga kebaikan, keramahan, dan bagaimana cara kamu dalam masuk pada obrolan yang terkadang saling bersitegang. Thanks ya !”

Anonymous : “Terima kasih karena sudah menjadi teman bercerita dan menuangkan unek-unek di hati, sukses untuk Pak Firman”

Anonymous : “Pengen banget bisa kayak lo, pinter dalam presentasi, kritis dalam menghadapi masalah, Keren !”

Anonymous : “Berkat Anda saya sadar bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain, wawasan anda luas sekali”

Anonymous : “Halo mas Fir, makasih banget sharing dan semangatnya selama ini. Sesi sharing dalam perjalanan kita..makasih banyak ya mas Fir. Good luck and keep inspiring”

Anonymous : “Mas Firman ini selalu menganalogikan sesuatu dengan sangat baik, sehingga mudah dipahami dan membuat kami terpukau”

Anonymous : “Mas, Mas Fir itu inspirator angkatan kita”

Anonymous : “Pak, kalau saya sudah ditempatkan di medan, gak papa ya saya hubungi Bapak, kalau saya punya masalah dan saya minta nasehat gimana nyeleseinnya dari Bapak”

 

Ada beberapa lagi setelahnya yang menyampaikan dengan lisan.  Mereka tau siapa saya, bahkan partai apa yang saya pilih. Namun hal ini tidak pernah mengganggu mereka, walaupun beberapa orang berbeda agama dengan saya.

Uniknya, saya tidak pernah kampanye pada mereka, tetapi mereka yang cari tau dan menduga-duga, katanya, karena ” Bapak terbiasa jadi imam di mushola”.  Jadi mikir sendiri, emang ada ya..teori begini ;

“yang terbiasa jadi imam sholat, biasanya kader partai “itu” ??  ^_^

 

Statusisasi DPR Belum Mampu Mengkudeta Hati Rakyat

Image

Opini publik dalam persepsi umum, menurut saya adalah suatu hal yang sangat dinamis, memberi corak dari yang sesungguhnya terjadi, membawa “angin” pengaruh dari segelintir rasa yang tertangkap dan dapat di sampaikan ke khalayak bahkan mampu menggiring opini yang ada. Sedangkan di Indonesia, opini publik mempunyai peran yang signifikan dalam menjadi “catalyst social movement” Baca Lanjutannya…

Menikah dan Menghidupi “Orang Ketiga”

Menikah dan hidup bersama “orang ketiga”
belum Lazim di sekitar kita, selama ini istilah orang ketiga Baca Lanjutannya…

Foto After Wedding

Royal Hotel, Bogor

Royal Hotel, Bogor

Biar sendiri, yang ditengah tetap bahagia, ngeliat para bradernya Baca Lanjutannya…

Langkah Baru

Melangkah..
Sepenuhnya sadar esok jadi cerita baru
pamit dari Astra, banyak tak percaya saat masa depan dijanjikan menjadi Kepala Cabang. Baca Lanjutannya…

“Life is all about balance. Because I only have one leg, I understand very well.”

“Pada acara training kemahasiswaan, terdapat satu peserta dengan kaki sebelah, berdiri tegak dengan dibantu tongkatnya. Bersama dengan 50 peserta lainnya ia mengikuti semua instruksi yg saya berikan. Pada saat itu saya tdk mengistimewakannya, tidak juga menyanjungnya”.

“Karena yakin, tanpa sanjungan pun. hatinya sudah kuat sekuat lengan menahan berat tubuh pd tongkatnya. Semangat nya sudah besar, sebesar semangat mengikuti camp pelatihan tersebut. tidak ada air mata yg mengalir, tidak perlu haru yang hadir, karena orang hebat tidak lahir dalam kondisi untuk dikasihani, jiwanya terlalu mahal untuk diberi iba”.

“Sampai saat itu semua membulat menjadi kebanggan, keyakinan dan keikhlasan. Tercermin dalam kehadirannya, Beginilah saat-saat pembicara ditampar peserta training”.

#SakitMembekas #AllahPerlihatkan

“Life is all about balance. Because I only have one leg, I understand very well.”
– Sandy Fussell-

Lia “hidup tanpa Jam dan arah”

Memulai  Jum’at ini dengan meeting yang penuh target. disore hari ada kawan yang ingin menceritakan tentang anak didiknya. Anak tersebut bernama Lia.berawal dari keluhan para guru yang menceritakan tentang buruknya perkembangan intelektual dan kemampuan sosial Lia di kelas. Sampai kelas 6, Lia tidak pernah bergaul dengan teman-temannya, dalam perolehan nilai ujian juga sangat buruk, tidak jarang  nilai 0 yang Lia dapat. lebih menyedihkan adalah ketika Lia ternyata tidak dapat membaca waktu/Jam. Baca Lanjutannya…

Bukan panggilan dompet

Pelajaran hri ini dr kawan.

sudah kerja apa belum
mampu/sulit.
lapang/sempit.
Bantu manusia itu panggilan jiwa. bukan panggilan dompet.

( hari ini seorang sahabat, anak dari seorang ayah,  pelawak, motivator, Om Pepeng Soebardi Jari-jari datang menjenguk kk dirumah, dan dia menitipkan sesuatu yang membuat sy terenyuh, yang saya yakin dia pun sdg membutuhkannya, bahkan untuk ayahnya)

duhai Allah, muliakan keluarganya. Hamba memohon.
ia telah mentarbiyah kami untuk terus berbagi dalam keadaan apapun.
tak heran ayahnya terus menginspirasi dari tempat tidurnya.