Menikah dan Menghidupi “Orang Ketiga”

Menikah dan hidup bersama “orang ketiga”
belum Lazim di sekitar kita, selama ini istilah orang ketiga diartikan pada selingkuhan, istri sirri atau pasangan tak halal dsb. Kehadiran mereka tak pernah diharapkan, semua pasangan, tentu.

Namun, Maksud tulisan ini bukanlah kumpulan teks tentang orang ketiga dengan dayaguna mereka. Orang ketiga yang saya maksudkan adalah anggota keluarga yang hadir dalam pernikahan seorang muslim. Hidup dengannya, mencintainya karena Allah dan Rasul, dan menjadikannya kipas cinta pasangan suami-isteri. 

Ya, cinta yang dibangun karena syari’at, karena cintanya Rasul pada mereka, cinta yang berlubuk pada dalamnya kerinduan dan melebihi sisi kemanusiaan.

Orang ketiga itu adalah anak yatim,  generasi yang tertitip dalam Sabda Nabi.

Jumlah mereka di Indonesia cukup fantastis, mencapai 3,2 juta orang *. (M Nur Hidayat)

Sederhana saja, mereka tanggung jawab ummat muslim, Jangan pernah membuat khawatir mereka akan kehidupan masa depan, saat mereka berdiri di Negeri berlimpah muslim ini.

Keluarga saya nanti, akan jadi salah satu rumah ternyaman mereka. kami akan mengajarkan cara hidup sederhana, penuh senyum dan cinta menyatu bersama anak-anak kami kelak. kami titipkan cinta para Rasul, kami tuai dalam keluarga dengan “orang ketiga”. 
Insya Allah .

Tangerang, 20 Mei

Image

Iklan

About brasanda

Ceritakan segala sesuatu tentang Khalid, aku pasti tertarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: