Archive | Juni 2015

“Sinar” Ratu

“sinar” Ratu, judulnya gak jelas. perlu dipaparin maksudnya, JAdi, sebulan ini Ibu nginep di kosan anak cowoknya ini di daerah  kemayoran, yah walau cuma 4×4 ditambah modal AC biar gak kepanasan, cukuplah untuk kami berdua. Nah, sebab muahasababnya adalah, karena Ibu harus pergi ke RSCM setiap hari. Disana itu Ibu harus “sinar” sebanyak 25 kali, untuk menghancurkan sel cancer2 yang nakal. Karena kehadiran Ibu di kosan, kosan jadi tertata rapih, makan jadi teratur, pas sahur disempetin masak sayur buat anaknya. enak tenan… . .hihihi..

Semenjak Ibu disini, kehidupan kosan jadi lebih berwarna, tiap weekend, selalu kami usahakan jalan, ke taman, supermarket, Masjid istiqlal, sampai pasar malem. intinya biar sang “Ratu” gak bosen.

Udah gitu, aja. kalau siang gini, ratu masih di RSCM, nanti siang agak sorean dikit, baru sampe rumah.

Nah tugas anakanya ini, anterin Ratu, pagi-pagi ke RSCM,

Semoga ikhtiar kami ini ALLAH ridhoi, dan Allah angkat si cancer nakal itu dari Ratu.

Aamiin. . .

Tertipu itu investasi amal

Ditipu itu gak enak, pernah gak niat bantu orang?,  mereka datang dengan susah payah, cerita tentang pondasi kerjaan bisnisnya kedepan, atau perihal hidup rumah tangga nya berkesusahan. Cukup dari rasa kemanusiaan dan persahabatan yang pernah ada. Kita iba dengan mereka, demi merelakan uang bantuan itu, saya rela menunda mengkonversi beberapa kebutuhan pribadi. Tapi apa lacur, sebulan, 2 bulan , setengah tahun, setahun dan seterusnya. Nomor HP hutang1yang dihubungi sekedar berdering saja, message hanya di read, hilang sudah sekian angka rupiah itu. lucu nya kejadian yang sama terulang, hanya karena persahabatan yang dulu pernah terjalin, dan yakin pribadinya amanah. Begitulah hal yang sama dapat terulang, kita tertipu lagi. Bahkan kaget karena banyak sudah yang tertipu. Betul bahwa  sebagian manusia berubah. Karena tuntutan ekonomi, gengsi, dan lingkungan sehari-hari.

Mari meminta, agar Tuhan menjadikan  penipuan yg kita alami, jadi investasi amal di akhirat nanti. 🙂

Pada akhirnya, saya hanya tersenyum saja melihat sosmed mereka. Betapa permukaan, menutupi kenyataan.