Archive | Human Resource Management RSS for this section

Drama tentang Robohnya Kedigdayaan Nokia

Temaram senja tampak tengah bersemayam diatas kompleks kantor pusat Nokia di kota Helsinki, Finlandia. Butiran salju tipis berjatuhan, menghampiri setiap sudut bangunan. Udara terasa dingin membeku. Di salah satu ruangan, para petinggi Nokia tampak duduk berdiskusi dengan penuh kesenduan. Semilir angin yang dingin membuat suasana ruangan itu terasa kian muram.

Para petinggi itu layak gundah gulana. Hari-hari ini kita tengah menyaksikan drama robohnya kedigdayaan Nokia dalam panggung industri ponsel global. Di banyak negara, pangsa pasar Nokia jatuh bertumbangan. Dalam kategori smartphone – salah satu kategori terpenting – produk Nokia terpelanting, dihantam barisan produk kompetitor.

Dan ini dia fakta yang terasa begitu pahit : dalam tiga tahun terakhir, harga saham Nokia anjlok hingga 80% (delapan puluh persen !!). Ini sama artinya dengan kehancuran. Para pelaku dan pengamat pasar terasa begitu galau dengan masa depan Nokia. Baca Lanjutannya…

Japan Disaster dan Crisis Management

Crisis management, kita tahu, merupakan salah satu ranah dalam ilmu manajemen. Bidang ilmu ini dirajut untuk membekali diri kita  berjibaku merespon krisis yang acapkali datang dengan tak terduga, dan dengan efek destruksi yang begitu memilukan (Japan disaster adalah contoh terkini tentang krisis yang datang bertubi-tubi dan terus meneror hingga hari ini). Baca Lanjutannya…

The TIGERS team

Tidak ada yang menduga terjadi pembalikan yang demikian cepat atas krisis yang sedang terjadi. Ketika banyak pihak yang meramalkan terjadinya depresi besar, malah yang terjadi percepatan perbaikan yang tak diduga sebelumnya. Padahal ini sebetulnya bukan suatu surprise tapi suatu kejadian yang ‘self fulfilling prophecy’. Semua negara dan usaha bersatu-padu untuk mencegah krisis ke arah depresi, paket stimulus dikembangkan dan diintegrasikan bersama. Masing-masing pihak saling tolong-menolong dan membuat seluruh aktivitas menjadi menyatu walaupun tidak didesain secara integrasi layaknya sebuah organisasi dengan kepemimpinan tunggal.

Tapi fakta itu telah terjadi!

Ketika pembalikan arus terjadi dengan cepat maka yang dulunya persediaan pada tingkat yang mengkhawatirkan karena mengkikis habis modal kerja, dalam kurun waktu kurang dari sembilan bulan persediaan sudah menipis sehingga pelanggan harus menunggu masa produksi selanjutnya. Lebih fatal lagi ketika subkontraktor sudah mengurangi aktivitasnya sehingga untuk kembali ke kapasitas awal membutuhkan waktu peralihan beberapa bulan. Kalau ini terjadi, maka kesempatan untuk mendapat manfaat pada pembalikan ini menjadi sirna.

Kesempatan itu hanya bisa diambil oleh organisasi yang senantiasa menyiapkan team panen yang cepat dan tanggap. Team ini saya sebut sebagai “The TIGERS team”. Kelompok singa yang harus berburu dengan sekejap, kurang dari 2 jam, agar bisa tidur dengan nyenyak 22 jam kemudian. Baca Lanjutannya…

Pemimpin jangan pilih kasih harapan ke staf nya.

Efek Pygmalion

Oleh: It Pin, MBA

Pygmalion adalah salah satu legenda terkenal Romawi yang awalnya ditulis oleh pujangga Ovid. Dalam kisah tersebut, Pygmalion adalah seorang pemahat kesepian yang mengaku tidak pernah tertarik dengan wanita. Suatu saat, dia memahat patung berbentuk seorang wanita dari gading. Patung tersebut sangat indah dan realistis sehingga Pygmalion akhirnya jatuh cinta pada patung tersebut. Karena cintanya, Pygmalion memohon pada sang dewi cinta Venus untuk menghidupkan patung tersebut untuk dinikahi. Berkat permohonannya yang sungguh-sungguh dan tulus, Venus akhirnya mengabulkan permintaan tersebut.

Ide cerita tersebut kemudian dipakai oleh George Bernard Shaw, dramawan Irlandia yang juga pemenang hadiah nobel kesusasteraan tahun 1925, untuk menghasilkan salah satu karyanya yang paling dikenal, Pygmalion. Karya Shaw tersebut menceritakan tentang seorang profesor fonetik yang berhasil merubah seorang gadis penjual bunga yang sederhana, Eliza Doolittle, menjadi seorang lady di kalangan elit di London. Baca Lanjutannya…

Delegasi untuk menghalau 4L

Melakukan Delegasi yang Efektif

Oleh: Meisia Chandra

Delegasi adalah salah satu kemampuan manajerial yang paling penting. Namun, pada praktiknya delegasi juga merupakan masalah yang paling sering dikeluhkan oleh para manajer.

Sering para manajer terjebak dalam pekerjaan rutin, sehingga lupa fungsi utama mereka, yakni membuat perencanaan, koordinasi, menganalisis, memotivasi dan lain-lain. Tak jarang juga para manajer malas melakukan delegasi dengan berbagai alasan. Padahal, akan lebih banyak yang bisa mereka lakukan seandainya mereka mendelegasikan sebagian pekerjaan yang sudah bisa didelegasikan kepada anggota tim.

Delegasi juga penting dalam perencanaan suksesi, pengembangan pribadi –juga dalam mencari dan mengusulkan promosi jabatan. Melalui delegasilah seseorang berkembang dalam suatu pekerjaan –delegasi membuat kita bisa menambah pengalaman baru untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Baca Lanjutannya…