Arsip | Sisi lain RSS for this section

Perbedaan Cara Pandang Hidup Dalam Negara Yang Tidak Menegakkan Syari’at Islam ??

Sebagian jamaah Islam berpendapat bahwa jika kekuasaan dipegang oleh penguasa yang tidak menggunakan syari’at Islam dan kekuasaannya mengekor pada pihak asing yang memusuhi Islam, maka Jihad melawannya adalah disyari’atkan, bahkan wajib hukumnya. Itulah tugas yang jelas bagi jama’ah islam pengemban panji kebenaran, Dasar hukum jama’ah tersebut melakukan perlawanan/Jihad berdasarkan Alqur’an dan Sunnah serta fatwa para Ulama sudah cukup banyak

Sebagian lagi berpendapat bahwa bahwa jika sebuah pemerintahan tidak berhukum kepada Hukum Islam dalam melaksanakan pemerintahannya, hal tersebut dihukumi fasiq,  Haram, bahkan terjerumus dalam kekafiran.

Berdasarkan hal tersebut banyak sekali tuduhan-tuduhan menyesakkan dari saudara seperjuangan dialamatkan kepada gerakan dakwah yang memutuskan terlibat dalam pemerintahan, sementara sang penuduh sendiri tenggelam dalam retorika, seminar, bulletin, tanpa banyak berbuat sesuatu yang riil. bahkan ada sebagian  yang melakukan tindakan kekerasan  untuk mencapai tujuannya.

Adapun sebagian Ulama mengatakan hukum keterlibatan seorang muslim dalam pemerintahan yang tidak menerapkan syari’at Islam yang saat ini menguasai mayoritas bangsa-bangsa dunia Islam  saat ini adalah masalah furu’ (cabang) yang tunduk kepada berbagai petimbangan. Mungkin Diantara pertimbangan terpentingnya adalah persepsi ummat tentang jalan yang bisa mengantarkan tegaknya Negara Islam (daulah Islamiyah) untuk menerapkan syari’at Islam.

Baca Lanjutannya…

Iklan

Memilih Durian Yang Salah Dan Benar

Cara pilih duren yang salah:

1. coba hitung durinya,, kalau genap durinya berarti kurang manis, kalau ganjil durinya dijamin capek hitungnya.. hehe

2. tips pilih duren yg berisi : duren dibelah kemudian dibalik, kalo tumpah berarti ada isinya.

3. kalo pgn dapet durian yang sip…makan aja di tempat jualannya..kalo g enak g usah bayar plus ditimpukin aja durennya ke kepala yang jual

4. duren dibelah,  di cicipin, klo ga enak ga jadi beli….

5. terakhir, belinya di tukang sepatu olahraga.

Cara pilih duren yang benar:
1. Duren dicium dulu baunya. Kalau udah ada aroma durennya, berarti udah matang dan manis.
2. Duren diketok dengan pangkal pisau atau punggung pisau. Kalau bunyinya ‘dung’ yang ada gaungnya, berarti udah matang. Kalau bunyinya ‘tuk’ dan nyaring, berarti belum matang.
3. Pilih yang belum retak atau belah. Yang udah retak atau belah itu, rasanya anyep. Karena matangnya dikarbit. Biasanya, tidak ada bau duren lagi.
Kalau retak atau belah kecil diujung, masih bisa diterima. Asalkan bau durennya ada.
4. Periksa seluruh kulitnya. Kalau ada lobang kecil hitam yang basah, berarti ada ulatnya dan busuk.
Kalau lobang hitam yang kecil dan kering, berati ada ulat sedikit. Tidak banyak yang busuk.
5. Terakhir, minta dites dulu sedikit. Kalau ada lubang hitam mencurigakan, minta dites atau dibuka di bagian yang hitam itu.
Kalau rasa ‘taster’ gak ada atau hambar, minta tukar saja sama tukang durennya.

Biasanya, kalau udah terbiasa memilih duren. Kita gak perlu minta tes lagi sama yang jual. Duren bisa dipastikan OK.